Apa Misi Profetik Yang Menjadi Inspirasi Pendirian Kampus ISIF Cirebon

Dr. (HC) KH, Husein Muhammad selaku Ketua Umum Yayasan Fahmina menyebutkan misi Kampus Profetik kenabian untuk membangun peradaban manusia yang adil dan berpengetahuan menjadi gagasan pendirian kampus Institut Studi islam Fahmina (ISIF) Cirebon pada 1 September 2007.

Hal itu ia sampaikan Buya Husein didalam pelantikan Rektor ISIF Cirebon KH. Marzuki Wahid, MA secara daring via Zoom Meeting, Rabu 25 Agustus 2021.

Menurutnya basis peradaban manusia adalah pendidikan. Secara tertentu ia memastikan misi ini terdapat didalam perintah Allah didalam al Quran surat pertama Al Alaq. Ayat ini menyebutkan untuk memulai dan membangun kehidupan manusia lewat proses pendidikan.

“Visi dan misi Fahmina membangun peradaban untuk kemanusiaan, kesetaraan, perdamaian, serta kemaslahatan dan kesalingan mencintai manusia tanpa membedakan latar belakang apapun. Diharapkan pendirian ISIF bisa untuk tetap bekerja tanpa lelah munuju cita-cita ini secara ilmiah,” katanya.

Ia termasuk memberikan menerima kasih kepada rektor pada mulanya yang udah memipin ISIF sepanjang lima tahun mengabdi. Dan berharap ISIF semakin cemerlang bisa berkontribusi untuk umat manusia yang lebih damai dan memanusiakan.

Sementara itu Ny. Hj. Afwah Mumtazah M. Pd.I memberikan secara segera akhir jaman jabatannya yang diserahkan kepada rektor baru KH. Marzuki Wahid MA. Ia termasuk memberikan pesan supaya ISIF ditangan rektor baru menjadi kampus terdepan didalam riset ilmiah dan transformasi sosial.

KH. Marzuki Wahid MA didalam pidatonya memberikan ISIF didalam pendirianya tidak sekadar menambah deretan daftar panjang perguruan tinggi keislaman namun ISIF ada mempunyai misi kenabian membangun peradaban umat manusia.

“Kami pernah memastikan ISIF ada bukan sekadar menambah daftar panjang perguruan tinggi islam namun ISIF ada mempunyai misi membangun peradaban umat manusia, humanis, adil, setara berkeadialn dan bermartabat bersama dengan formalitas keislaman yang inklusif dan rahmatan lil alamin,” ungkapnya.

Dalam pidatonya ia memohon doa, pertolongan dan kerjasama untuk bisa mengembangkan ISIF sesuai cita-citanya.

“Dengan dukungan, kerjasama dan doa dari kita seluruh dosen, mahasiswa dan jaringan Fahmina Insya Allah saya dapat mencoba mengemban amanah ini sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya, seadil-adilnya untuk kemajuan ISIF, bangsa, masyarkat dan termasuk kemanusiaan yang kita cita-citakan,” katanya mengakiri pidatonya.

Profil ISIF Cirebon

Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) adalah pendidikan tinggi Islam yang didirikan oleh NGO Fahmina didalam rangka mewujudkan cita-citanya untuk membentuk sarjana Islam yang kritis, terbuka, dan bermartabat didalam tatanan sosial yang berkeadilan dan berperikemanusiaan berbasis formalitas Islam dan kearifan budaya lokal.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mewujudkan visi dan misi Fahmina, keseluruhan pendidikan ISIF pakai perspektif keislaman yang setara dan adil gender, berperikemanusiaan, berkeadilan, berkebhinekaan, dan berkeadaban.

Perspektif ini diinternalisasikan ke didalam pengelolaan pendidikan, materi dan praktik pembelajaran, sampai penulisan karya tulis ilmiah.

Paradigma keilmuan ISIF diorientasikan pada kekuatan kajian teks-teks klaisk keislaman yang tetap didialogkan bersama dengan dinamika sosial yang tetap berubah untuk perwujudan transformasi sosial.

ISIF menganut paradigma pendidikan kritis yang membebaskan, lewat metode dialogis, partisipatif, studi dari pengalaman (realitas), dan selamanya mengaitkan teori bersama dengan praktik dan transformasi sosial.

ISIF miliki 3 fakultas dan 6 program studi, yaitu Fakultas Syari’ah [Program Studi Akhwal Syakhshiyyah dan Program Studi Ekonomi Syari’ah], Fakultas Tarbiyah [Program Studi Pendidikan Agama Islam], dan Fakultas Ushuluddin [Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Program Studi Akhlaq Tasawuf, dan Program Studi Filsafat Agama].

Orientasi pendidikan ISIF difokuskan pada penguasaan spesialisasi keahlian dan kecakapan untuk bekerja bersama dengan masyarakat, supaya didalam jangka panjang sarjana ISIF dikehendaki menjadi ulama-intelektual-organik yang peduli pada pengembangan pengetahuan pengetahuan Islam yang berorientasi kepada transformasi sosial untuk perwujudan kesetaraan, keadilan, kemaslahatan, dan tegaknya nilai-nilai kemanusiaan.

Leave a comment

Your email address will not be published.